Selasa, 23 September 2008

Pelajaran 9. ROH KUDUS 1

Ayat hafalan: Yohanes 15:26
Kisah Para Rasul 1:8


Setelah Yesus bangkit dari antara orang mati, selama 40 hari Yesus berulang kali menampakkan diri. Sebelum Ia naik ke Surga Yesus berjanji "... Aku akan meminta kepada Bapa dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain untuk menyertaimu selama-lamanya yaitu Roh Kebenaran ... : Lebih baik bagimu jika Aku pergi. Karena jika tidak demikian Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jika Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu..." (Yoh 14:16-18 ; 16:5-7). Yesus tidak meninggalkan kita sendiri di dalam dunia ini. Namun diutus-Nya Roh Kudus bagi kita.


A. Siapakah Roh Kudus ?

Roh Kudus mungkin adalah Pribadi yang paling sedikit dikenal dari Allah Tritunggal. Banyak orang hanya sadar kuasa. Menyedihkan sekali bahwa banyak orang bahkan gereja-Nya tidak mengenal Dia. Ada beberapa alasan kuat mengapa hal ini tidak boleh terjadi :

1. Roh Kudus adalah Allah
Sebagai pribadi ketiga dari Allah Tritunggal , kedudukan-Nya setara dengan Allah Bapa dan Allah Anak. Oleh karena itu tepat sekali, pengenalan, penghargaan dan penghormatan yang sama diberikan kepada-Nya. Tidak seharusnya kita memperlakukan Dia sebagai Pribadi yang lebih rendah. Kita harus mengenal Dia sebanyak kita mengenal kedua Pribadi yang lain dari Allah Tritunggal. Roh Kudus adalah suatu PRIBADI; Dia adalah ALLAH.

a. Alkitab menyebut-Nya sebagai Allah.
"Ananias mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus ? … Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah" (Kis 5:3,4).

b. Ia Memiliki Ciri-ciri Yang Hanya Dimiliki oleh Allah sendiri
1. Dia mempunyai keadaan yang kekal (Ibr 9:14).
2. Ia Maha Hadir (Mzm 139:7-10) Ia dapat berada disemua tempat pada waktu yang sama
3. Dia Maha Tahu (I Kor 2:10,11) Ia tahu segala sesuatu.
4. Dia Maha Kuasa (Luk 1:35) Ia mempunyai kuasa untuk melakukan segala sesuatu.

c. Ia mempunyai kedudukan Yang Setara Dengan Bapa Dan Anak."
"Membaptis mereka didalam nama Bapa, dan Anak dan Roh Kudus" (Mat 28:19).

d. Alkitab Banyak Menceritakan Mengenai Roh Kudus.
Dengan perkecualian pada dua dan tiga dari surat Yohanes, setiap kitab didalam Perjanjian Baru berisikan petunjuk-petunjuk kepada pribadi dan karya Roh Kudus.

e. Ia Sungguh-Sungguh Terlibat Aktif Dalam Rencana Penebusan Allah.
Ia menyakinkan kepada dunia mengenai dosa, kebenaran dan penghukuman (Yoh 16:8). Anak-anak Allah yang sungguh adalah yang "dilahirkan oleh Roh" (Yoh 3:5,6).

2. Roh Kudus Allah Suatu Pribadi.
Banyak orang Kristen tampaknya merasa bahwa Roh Kudus adalah sekedar kuasa yang tidak berbentuk atau pengaruh belaka. Mereka memperlakukan Roh Kudus seolah-olah Ia adalah aliran listrik atau suatu bentuk kuasa yang dapat mereka nyalakan atau padamkan seturut kehendak mereka sendiri.
Konsep ini jauh dari kebenaran. Roh Kudus adalah suatu Pribadi yang memiliki kuasa dan otoritas yang besar. Ia sungguh-sungguh layak untuk menerima penghormatan dan kehormatan seperti yang kita berikan kepada Allah Yang Maha Kuasa.

a. Kata Ganti Orang Dipakai Untuk Menyebutkan Dia.
"Supaya Ia tinggal bersama-sama denganmu selama-lamanya" (Yoh 14:16). "Ia akan selalu tinggal didalam kamu" (Yoh 14:17). "Ia akan memberikan kesaksian mengenai Aku" (Yoh 15:26).
"Tetapi jika Ia, Roh Kebenaran itu datang, Ia akan memimpinmu ke dalam semua kebenaran; karena Ia tidak akan berbicara DARI DIRINYA SENDIRI; Ia memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku" (Yoh 16:13,14)

b. Ia Memiliki Ciri-ciri Mendasar Dari Suatu Kepribadian
1. Intelek : Kemampuan untuk berpikir dan beralasan
2. Kepekaan : Kemampuan untuk merasakan segala sesuatu (perasaan yang bisa dilukai)
3. Kehendak : Kapasitas untuk memilih dan memutuskan

c. Ekspresi Dari Kepribadian-Nya.
Kuasa dan pengaruh saja tidak akan sanggup merasakan hal-hal semacam itu seperti yang Roh Kudus rasakan. Misalnya, kita didorong untuk tidak "mendukakan" Roh Kudus (Ef 4:30), Ananias dan Safira "berdusta melawan Roh Kudus" (Kis 5:3,4). Suatu kuasa tidak dapat berduka. Kita tidak dapat mendukakan atau menyakiti listrik. Kitapun tidak dapat berdusta atau mencobainya. Tetapi seorang pribadi dapat didukakan dan disakiti, didustai dan dicobai.

Perhatikan beberapa ekspresi kepribadian yang dikendalikan kepada Roh Kudus :
1. Ia dapat merasakan (Ef 4:30)
2. Ia dapat menolong dan menghibur (Kis 9:31)
3. Ia dapat berpikir (Rm 8:6)
4. Ia dapat berbicara (Kis 13:2)
5. Ia dapat berdoa untuk kita (Rm 8:26)
6. Ia dapat melakukan kehendak-Nya (I Kor 12:11)
7. Ia dapat melarang (Kis 16:6)
8. Ia dapat melakukan mujizat (Kis 19:6)

d. Roh Kudus Berpribadi
Semua hal ini adalah gambaran dari pribadi yang tidak dimiliki oleh kuasa-kuasa yang bukan pribadi. Salah satu alasan mengapa banyak orang menganggap Dia hanya merupakan suatu kuasa atau kekuatan belaka adalah karena nama-nama tertentu yang dikenakan kepada-Nya didalam Alkitab melambangkan pelayanan-Nya. Ia disebut Angin, Hujan, Minyak, Api, Pakaian, dan lain-lain. Semua simbol dari berbagai macam pelayanan yang Ia tunjukkan; tetapi Ia jauh lebih besar dari semua pelayanan yang dilakukan-Nya.

3. Ini Adalah Zaman Roh Kudus
Roh Kudus adalah pemberian Allah untuk setiap orang percaya. Ketika seseorang percaya kepada Yesus dan menerima keselamatan yang ditawarkan-Nya, Roh Kudus datang dan hidup di dalam dia, memberikan kehidupan pada roh kita.
Petrus menjawab, "Bertobatlah dan berilah dirimu untuk dibaptis didalam nama Yesus Kristus supaya dosa-dosamu diampuni. Dan engkau akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak - anakmu dan bagi mereka yang masih jauh yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita." (Kis 2:38-39) Lihat juga Yoh 7:37-39.
Ia adalah seorang "Penghibur Yang Lain", yang menggantikan kedudukan Yesus (Yoh 14:16). Periode sejarah pada zaman ini adalah "Masa Hujan Akhir" (Za 10:1), suatu masa di mana karya Roh Kudus secara dasyat akan terjadi di gereja-Nya. Oleh karena itu kita perlu tahu dan mengerti sebanyak mungkin mengenai Roh Kudus.


B. Pemberitahuan Mengenai Pencurahan Dari Roh Kudus

Didalam Perjanjian Lama kita menemukan bahwa Roh Kudus turun keatas orang-orang tertentu yaitu hanya kepada nabi-nabi. Tetapi Allah telah berfirman, melalui nabi-nabi-Nya, bahwa suatu hari yang baru akan tiba.

1. Roh-Nya Akan Tinggal Didalam Dan Atas Semua Umat-Nya.
Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan RohKu keatas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga keatas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan RohKu pada hari-hari itu (Yoel 2:28,29).
"Dan Aku akan menaruh RohKu didalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapanKu dan tetap berpegang pada peraturan-peraturanKu dan melakukannya" (Yeh 36:27)
"Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas mereka yang haus dan hujan lebat ke atas tanah yang kering; dan Aku akan mencurahkan rohKu keatas keturunanmu, dan berkatKu ke atas anak cucumu" (Yes 44:3)

2. Mesias Yang Dijanjikan Allah Akan Dipenuhi Oleh Roh Dan Dilengkapi Dengan Kuasa
"…Aku telah menaruh RohKu ke atasnya" (Yes 42:1)
"Roh Tuhan Allah ada padaku.." (Yes 61:1). Hal ini digenapi pada Luk 4:16-19

3. Beberapa Istilah Berkenaan "Kepenuhan Roh"
Pengalaman kepenuhan Roh Kudus dijelaskan dengan berbagai cara didalam kitab Suci. Kita akan memeriksa secara ringkas beberapa istilah yang ada.

a. Menerima Roh Kudus
Suatu Karunia didefinisikan sebagai "Suatu tawaran dan penerimaan (tindakan untuk menerima) tanpa pertimbangan". Suatu "karunia" tidak dilengkapi sampai seseorang menerima apa yang telah ditawarkan secara bebas. Ini adalah frasa yang paling umum dipakai didalam Perjanjian Baru untuk menjelaskan pengalaman yang sedang kita bicarakan. "Roh Kudus, akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya" (Yoh 7:39). "Terimalah Roh Kudus" (Yoh 20:22). "Tetapi engkau akan menerima kuasa setelah Roh Kudus turun ke atasmu" (Kis 1:8). "Dan engkau akan menerima karunia Roh Kudus" (Kis 2:38). "Setibanya di situ kedua rasul itu berdoa supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus (Kis 8:15) "Bolehkah orang mencegah untuk membaptis orang-orang ini dengan air sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus (Kis 10:47). "Ia berkata kepada mereka, sudahkah engkau menerima Roh Kudus setelah engkau menjadi percaya ?" (Kis 19:2).

b. Diurapi Dengan Roh
"Pengurapan" adalah suatu istilah yang sudah sangat kita kenal, karena istilah inipun dipakai juga didalam Perjanjian Lama (Kel 28:41; 29:29; Mzm 2:2; 92:10). Ada tiga prinsip pengurapan. Pengurapan orang kusta, pengurapan Imam, dan pengurapan Raja. Pengurapan minyak dicurahkan kepada penerima (I Sam 10:1). Maka Roh "dicurahkan ke atas" orang percaya. Perkataan Kristus berarti Yang Diurapi.
"Bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa yang melakukan pekerjaan baik dan menyembuhkan semua yang dikuasai Iblis, karena Allah menyertai Dia" (Kis 10:38).

c. Dipenuhi Dengan Roh.
Akibat yang diberikan oleh Roh didalam hidup orang-orang percaya. Mereka "dipenuhi" dengan Roh! Hal ini terjadi pada hari Pentakosta "Dan mereka semua dipenuhi dengan Roh Kudus, dan mulai berbicara dengan bahasa-bahasa lidah seperti yang diberikan oleh Roh kepada mereka" (Kis 2:4). Proses dipenuhi dengan Roh, kemudian ada beberapa pengalaman lanjutan dipenuhi oleh Roh, dengan demikian proses tersebut berkelanjutan. Paulus berbicara mengenai hal ini di dalam Ef 5:18, dengan menggunakan tata kalimat sedang berlangsung: "Secara terus menerus dipenuhi dengan Roh" Untuk mempertahankan kepenuhan Roh, kita perlu meminum dari sumber persediaan setiap hari.

d. Dibaptis Didalam Roh.
Dasar-dasar Alkitabiah disebutkan empat kali didalam kitab Injil dan dua kali didalam kitab Kisah Para Rasul (Mat 3:11; Mrk 1:8; Luk 3:16; Yoh 1:33; Kis 1:5; 11:16).
Membaptis berarti "menenggelamkan secara menyeluruh" atau "menyelamkan ke suatu unsur yang mempunyai kuasa untuk mengubah apa yang membungkus". Contoh yang baik mengenai hal ini adalah pencelupan kain, yang dicelupkan kedalam suatu unsur yang secara radikal akan mengubah kain itu. Karena itu baptisan Roh adalah dicelupkan, diselamkan, dikubur, dikelilingi secara menyeluruh oleh, secara keseluruhan dibungkus oleh Roh Kudus.

e. Pelepasan Roh
Ini adalah suatu istilah yang sesungguhnya tidak tertulis didalam Perjanjian Baru, tetapi sesungguhnya dicantumkan juga secara tidak langsung. Hal ini menjelaskan pelepasan dari roh manusia yang terjadi ketika roh manusia dihidupkan oleh Roh Kudus. "Allah adalah Roh, dan dimana ada Roh Allah, disitu ada kemerdekaan" (II Kor 3:17).
Yang dimaksud adalah kelepasan suatu pribadi dari ikatan menuju kemerdekaan, dari kekeringan menuju sungai air kehidupan, dari kemandulan menuju berbuah-buah. Hal ini dengan pasti menjelaskan kelepasan dari sungai air kehidupan dari dalam roh orang percaya. "Karena kitab Suci menyatakan bahwa sungai air kehidupan akan mengalir dari dalam setiap orang yang percaya kepada-Nya" (Yoh 7:38).
Hal ini mungkin memberikan penjelasan yang paling dapat dipercaya mengenai apa yang sedang terjadi diantara ribuan orang percaya. Karenanya konsep ini tampaknya semakin diterima didalam gereja.


C. Baptisan Di Dalam Roh Kudus

1. Peristiwa Awal Baptisan Roh

Kita sekarang memikirkan:"apakah yang akan menjadi peristiwa awal (tanda pertama) jika seseorang menerima kepenuhan roh ?" Mari kita pikirkan ketiga hal ini

a. Tanda awal. Pada kesempatan ini kita memusatkan perhatian pada tanda AWAL. Telah disetujui bahwa ada sederet tanda dan peristiwa lain dari kepenuhan Roh. Tetapi, apa yang kita perlukan tentukan pada saat ini peristiwa apa yang sekiranya menjadi tanda pertama yang dialami oleh seseorang saat masuk dalam dimensi baru kuasa Roh ini.

b. Tanda Alkitabiah. Kita mencari tanda ALKITABIAH. Oleh karena itu kita tidak memperhatikan pengalaman pribadi atau tradisi manusia. Melainkan, kita mencari apa yang dinyatakan oleh kitab Suci sebagai dasar mengalami Baptisan di dalam Roh pada zaman Alkitab.

c. Pengalaman Alkitabiah. Disini PENGALAMAN ALKITABIAH dari Baptisan didalam Roh dan bukannya ide manusia mengenai apakah Baptisan itu yang menarik perhatian kita. Ada banyak pengalaman-pengalaman rohani yang secara mudah disebut 'Baptisan Didalam Roh'. Hal ini termasuk Berkat kedua, pengudusan secara keseluruhan, pengalaman kesucian dll. Hal ini mungkin adalah pengalaman-pengalaman yang sah dan Alkitabiah, yang tidak bisa kita remehkan/abaikan. Bagaimanapun juga, pekerjaan Rohlah yang disebut Alkitab sebagai Baptisan didalam Roh yang sedang kita pelajari ini.

2. Catatan Alkitabiah mengenai Baptisan Didalam Roh
Sumber utama dari peristiwa didalam Kisah rasul, dimana ada lima contoh mengenai orang yang menerima kepenuhan Roh.

a. Hari Pentakosta (Kisah Rasul 2:1-4).
Inilah catatan terlengkap yang kita punyai didalam kitab Suci.
Sesungguhnya 50 hari setelah kebangkitan Kristus, janji-janji mengenai kedatangan Roh Kudus digenapi. Roh Kudus turun ke atas sekelompok murid yang menunggu di Yerusalem. Inilah permulaan dari seluruh karya baru Roh seperti yang telah terlebih dahulu diberitakan oleh nabi-nabi.

Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa Roh telah melawat mereka:
1. Angin dari Surga.
Ada angin dari Surga-angin yang besar dan keras. Dalam bahasa Ibrani dan Yunani, kata"roh"selalu berarti "angin". Jadi jelas sekali bahwa ada angin yang bertiup dengan sangat keras sebagai tanda kedatangan Roh. Angin berbicara mengenai kehidupan, kuasa, kegerakan, semua sifat dari Roh Kudus.
2. Nyala Api.
Simbol api pun sangat khusus. Yohanes Pembaptis telah memberitakan bahwa Yesus akan membaptis dengan 'Roh Kudus dan api'. Api berbicara mengenai pemangkasan, pengudusan, pembersihan, pembakaran sekam dan sampah.
Kedua faktor ini terjadi SEBELUM murid-murid dikatakan dipenuhi dengan Roh.
3. Berbicara Dalam Bahasa-bahasa Lain.
Seperti yang diberikan oleh Roh kepada mereka. Peristiwa yang terjadi setelah murid-murid dipenuhi dengan Roh adalah ini: Mereka "...mulai berbicara dengan bahasa-bahasa seperti yang Roh berikan kepada mereka untuk dikatakan" (Kis 2:4).
Ada 120 murid di ruang atas pada waktu itu. Dengan jelas kita diberi tahu bahwa mereka SEMUA dipenuhi dengan Roh Kudus dan SEMUA mulai berbicara dengan bahasa roh.
Bukti yang jelas dari setiap murid pada peristiwa ini menunjukkan bahwa kemampuan mereka dalam berbahasa roh tidaklah karena telah terlebih dahulu mempelajarinya.

b. Keluarga Kornelius (Kis 10:44-48).
Secara supranatural Petrus mendapatkan perintah untuk mengunjungi rumah tangga seorang bukan Yahudi bernama Kornelius seorang perwira Roma. Petrus berkata ia pergi hanya karena "Roh menyuruhku untuk pergi..." (Kis 11:12). Petrus masih terbujuk bahwa berkat Allah adalah hanya untuk orang Yahudi saja.

Bagaimanapun juga, ia menemukan dirinya berhadapan dengan orang-orang bukan Yahudi yang ingin mendengar "...segala sesuatu yang Tuhan telah perintahkan kepadanya" (Kis 10:33). Petrus mulai berkotbah di hadapan mereka mengenai Tuhan Yesus Kristus (Kis 10:33). Ketika ia sedang berbicara, Roh Kudus turun ke atas mereka yang mendengarkan Firman. Teman-teman orang Yahudi pada mulanya tidak ingin mempercayai bahwa hal ini dapat terjadi pada orang-orang bukan Yahudi (Kis 10:45). Tetapi mereka semua diyakinkan karena "mereka mendengar orang-orang itu berbicara dalam bahasa-bahasa lain dan memuliakan Allah" (ayat 46).

Tanda ini juga mendorong Petrus untuk berkata: "Dapatkah manusia melarang seseorang yang telah menerima Roh Kudus seperti kita untuk dibaptis air, atau dengan cara seperti kita menerima Dia" (Kis 10:47). Ketika Petrus kembali ke Yerusalem, ia dipanggil untuk mempertanggung jawabkan apa yang telah terjadi di Kaisarea. Para penatua sesungguhnya tidak senang dengan apa yang telah dilakukan Petrus (Kis 11:2). Oleh karena itu ia membenarkan tindakannya dengan memberikan penjelasan semacam ini "ketika aku mulai berkata-kata, Roh Kudus turun ke atas mereka, seperti yang terjadi pada kita pada mulanya" (Kis 11:45). Ia lebih lanjut mengatakan, "Allah memberikan kepada mereka karunia yang sama seperti yang Ia kerjakan pada kita pada mulanya" (Kis 11:17).

Argumentasinya adalah Allah telah memberkati orang-orang bukan Yahudi dengan karunia Roh dengan cara yang persis sama Ia telah memberkati orang-orang percaya dari bangsa Yahudi pada hari Pentakosta. Alasan utama keyakinan Petrus adalah bahwa orang-orang Yahudi juga berbicara dalam bahasa-bahasa roh. "Ketika mereka mendengar semua hal ini, para penatua menjadi tenang dan memuliakan Allah" (Kis 11:18).

c. Paulus Di Efesus (Kis 19:1-7).
kita mempunyai tiga bukti yang jelas. Dalam perjalanan pelayanannya, Paulus datang ke sebuah kota di Yunani, Efesus, dimana ia menemukan beberapa murid Yohanes Pembaptis. Sebagai jawaban terhadap pertanyaannya, "Sudahkan engkau menerima Roh Kudus ketika engkau menjadi percaya?" Mereka menjelaskan : "Kami bahkan belum pernah mendengar tentang Roh Kudus".
Oleh karena itu Paulus menjelaskan Injil Kristus dengan lebih jelas kepada mereka, setelah mereka di baptis air. Kemudian Paulus menumpangkan tangan ke atas mereka dan kemudian "Roh Kudus turun ke atas mereka dan mereka berbicara dengan bahasa-bahasa lidah dan bernubuat".
Kita telah melihat dalam ketiga contoh ini bahwa baptisan Roh merupakan hal yang terjadi secara ringkas, tertentu dan spontan.

Dalam setiap peristiwa, satu faktor yang terus terjadi adalah SEMUA penerima, pada SEMUA peristiwa, dikatakan berbicara dalam bahasa-bahasa roh sebagai akibat dipenuhi oleh Roh. Oleh karena itu kami memberikan kesan bahwa berbicara dalam bahasa-bahasa roh adalah petunjuk awal yang murni dan dapat dipercaya mengenai menerima Roh. Ada dua catatan lain di dalam Kisah Para Rasul mengenai orang-orang percaya. Mari kita juga memeriksa hal-hal berikut ini.

d. Kebangunan Rohani di Samaria (Kis 8)
Dalam catatan khusus ini, tidak dinyatakan secara khusus bahwa penerima Roh berbicara di dalam bahasa roh. Tetapi ada beberapa situasi yang menarik yang secara tidak langsung menunjukkan bahwa hal semacam inilah yang seharusnya telah terjadi.
Pertama-tama, ada suatu respon yang murni terhadap khotbah Filipus, akibatnya secara langsung adalah : Orang-orang, dengan sehati memperhatikan apa yang dikatakan Filipus" (8:6); "...ada suka cita yang besar di kota itu" (8:8); "Ketika mereka menjadi percaya ... mereka pun dibaptis ..." (8:12); "...hingga kini Roh Kudus belum turun ke atas seorang pun dari mereka" (8:16).
Yang kedua, ketika Petrus dan Yohanes menumpangkan tangan ke atas mereka, merekapun menerima Roh Kudus. Simon, si tukang sihir, menyaksikan bahwa sesuatu terjadi sebagai akibat langsung mereka menerima Roh. Apapun itu, hal itu terjadi secara seketika, dramatis dan dapat dilihat.
Simon menginginkan kemampuan untuk melakukan fenomena semacam itu. Banyak hal yang dapat diduga dan ditulis mengenai apa yang sesungguhnya dilihat oleh Simon. Tak seorangpun dapat menceritakan kejadiannya yang sesungguhnya. Tetapi tidakkah beralasan untuk menganggap bahwa apa yang dilihat oleh Simon sama dengan tanda-tanda yang terjadi pada hari Pentakosta?
Sebaiknya rasul-rasul Yahudi ini mungkin segan untuk mempercayai bahwa orang-orang Samaria ini adalah orang-orang percaya yang sesungguhnya. Besar sekali kemungkinan bahwa orang-orang Samaria menerima Roh dengan cara yang sama seperti semua orang-orang percaya yang dibaptis pada zaman Alkitab.

e. Saulus dari Tarsus (Kis 9).
Setelah pengalaman pertobatan Saulus yang dramatis, Allah mengirimkan Ananias untuk mengunjungi Saulus. Ananias berkata: "kita Saulus, Tuhan Yesus telah mengirimkan aku supaya penglihatanmu dipulihkan, dan engkau dipenuhi oleh Roh Kudus" (9:17). Kita tahu bahwa ia benar-benar mendapatkan kembali penglihatannya. Catatan Alkitab mengatakan: "Dan secara tiba-tiba seolah-olah jatuhlah selubung yang menutupi matanya; dan ia menerima kembali penglihatannya, dan bangkit lalu dibaptis" (9:18). Kita mungkin merasa pasti bahwa janji yang diberikan oleh Ananias juga dipenuhi. Memang sesungguhnya, Saulus dipenuhi dengan Roh Kudus.

Tidak dikatakan bahwa Saulus berbicara di dalam bahasa-bahasa roh ketika Ananias menumpangkan tangan ke atas mereka; tetapi kita tahu iapun berbicara bahasa roh dari pasal-pasal berikutnya. Ketika menulis kepada jemaat di Korintus untuk membenarkan kesalahan dalam menggunakan karunia berbahasa roh. Paulus mengakui: "Aku bersyukur kepada Allahku, aku berbicara dalam bahasa roh lebih daripada kamu semua" (I Kor 14:18). Pada pasal yang sama iapun menjelaskan: "Aku ingin supaya setiap orang berbicara dalam bahasa roh...." (I Kor 14:5); dan akhirnya: "Jangan melarang setiap orang yang berbicara bahasa roh" (I Kor 14:39).

Berdasarkan peristiwa sebelumnya dari pengalaman-pengalaman Alkitabiah, dengan rendah hati kita menyetujui bahwa bahasa roh adalah satu-satunya bukti Alkitabiah yang terus menerus terjadi dari Baptisan Roh. Kita juga menyetujui bahwa ada banyak bukti Alkitabiah lain yang mengikuti bukti yang pertama, yang tanpanya pengalaman itu tidak akan lengkap. Penutup ini tidak untuk merendahkan arti atau menyangkal kesalahan pengalaman yang mungkin telah kita alami - khususnya jika hal itu telah mengakibatkan kuasa Roh turun ke dalam hidup kita dengan cara yang sangat membantu.

Biarlah saya akan menguatkan hati kita. "....Peganglah teguh apa yang ada padamu ..." (Why 3:11). Biarlah hatimu terus terbuka, dan teruslah meminta kepada Tuhan untuk memberikan karunia berbahasa roh yang indah ini, karunia bahasa doa. Hal ini akan memperkaya pelayanan kita. Ingatlah "... Bapamu yang di Surga akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta-Nya!" (Luk 11:13).


D. Pekerjaan Roh Kudus

1. Dalam Kehidupan Pribadi Orang Percaya.
Roh Kudus datang untuk tinggal di dalam diri orang percaya untuk melayani dia secara pribadi.

a. Roh Kudus Bersaksi Bahwa kita Anak - Anak Allah
"Roh sendiri yang memberikan kesaksian bersama-sama dengan roh bahwa kita adalah anak-anak Allah " (Rm 8:16) Lihat juga I Yoh 3:24

b. Roh Kudus Mengajar Kebenaran Allah
"Tetapi Penasehat, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam namaKu, akan mengajarkan kepadamu segala sesuatu dan akan mengingatkan semua yang telah Kukatakan kepadamu." (Yoh 14:26).

c. Dia Membimbing
"... karena mereka yang dipimpin oleh Roh Kudus adalah anak - anak Allah." (Rm 8:14)

d. Dia Membantu kita Untuk Hidup Menyenangkan Hati Allah.
"Karena itu kunasehatkan, hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging" (Gal 5:16 -25).

e. Dia Membantu kita Untuk Berdoa
"Demikian juga, Roh membantu kita di dalam kelemahan-kelemahan kita. Sebab kita tidak tahu bagaimana harus berdoa tetapi Roh sendiri yang berdoa untuk kita dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan." (Rm 8:26)

f. Dia Memberi Kehidupan Bagi Tubuh kita.
"Dan jika Roh Dia yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, hidup di dalam kamu, maka Ia yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu" (Rm 8:11)

2. Melayani Orang - Orang Percaya.
Selain memberikan Roh Kudus-Nya untuk tinggal di dalam orang percaya, Allah juga ingin memenuhi dan membaptis orang percaya dengan Roh Kudus untuk melengkapi dengan kuasa untuk melayani dan memuliakan Allah di dalam dunia ini.

a. Roh Kudus Memberi Kekuatan Dan Keberanian Untuk Bersaksi
"Tetapi engkau akan menerima kuasa, apabila Roh Kudus turun keatasmu; dan engkau akan menjadi saksi-saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi" (Kis 1:8) Lihat juga Kis 2:14-40.

b. Roh Kudus Memperkenalkan Kerajaan Supranatural
"Ada rupa-rupa karunia tetapi satu roh..."
"Sebab kepada yang seorang, Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. Kepada yang seorang roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu (I Kor 12:4,8-10) Lihat. juga Kis 2:4 ; 10:46; 19:6.

c. Roh Kudus Memberi Kesaksian Bahwa Yesus Hidup.
"Allah Bapa kita telah membangkitkan Yesus dari kematian ... kamilah saksi-saksinya akan hal ini dan juga Roh Kudus yang telah dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia" (Kis 5 : 30-32) Lihat juga Kis 4 : 31-33.

d. Roh Kudus Membawa Pengertian Yang Baru Tentang Firman Allah.
... seperti tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan yang tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah dipikirkan oleh manusia, itulah yang telah Allah persiapkan bagi mereka yang mengasihi Dia, karena Allah telah menyatakan semua ini kepada kita oleh Roh-Nya. Rohlah yang menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah" (I Kor 2:9-10). Lihat juga Yoh 16:13.

e. Roh Kudus Memenuhi Roh kita Untuk Menyembah Allah Dengan Benar.
"... dipenuhi dengan Roh, dan berkatalah seorang kepada yang lain didalam Mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan segenap hati." (Ef 5:18-19). Lihat juga Yoh 4:24.

f. Roh Kudus Mengagungkan Yesus
"Tetapi ketika Roh Kebenaran itu datang, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran. Sebab Ia tidak akan berkata - kata dari diri-Nya sendiri; tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya, dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari padaKu. Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya, milikKu juga.Sebab itu Aku berkata: Roh akan menyatakan kepadamu segala sesuatu yang diterima-Nya dari padaKu." (Yoh 16:13-15). Lihat juga Yoh 15:26.


E. Yesus Adalah Pembaptis Roh Kudus

Yesus adalah "Pembaptis" Roh Kudus yang perkasa. Dan inilah sumber kuasa bagi kita untuk menjadi saksi-saksi yang hidup bagi Tuhan. Yohanes Pembaptis "membaptis" mereka yang bertobat di sungai Yordan. Kata "baptis" berarti ditenggelamkan. Para petobat dari pelayanan Yohanes Pembaptis dimasukkan ke dalam air. Seluruh tubuh mereka tertutup dengan air. Yohanes menggunakan cara ini sebagai gambaran bagaimana sebenarnya dibaptis dengan Roh Kudus oleh Yesus; "Sesungguhnya aku membaptis kamu dengan air. Tetapi Ia [Yesus] yang lebih berkuasa dari padaku akan datang. Dan Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api" (Luk 3:16).

Yesus juga berbicara mengenai kekuatan dari Baptisan Roh Kudus sebelum Ia kembali ke Surga. Ia berkata kepada murid-murid-Nya bahwa mereka membutuhkan kuasa Roh Kudus dalam kehidupan mereka untuk menjadi saksi-Nya di dunia.
"Aku akan mengirimkan kepadamu apa yang dijanjikan oleh BapaKu. Tunggulah di Yerusalem sampai kamu diperlengkapi dengan kuasa dari Surga ..."
"Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan segera dibaptis dengan Roh Kudus ... Dan kamu akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun ke atas kamu. Dan Kamu akan menjadi saksiKu ..." (Luk 24:49; Kis 1:5,8)
Dan pada hari Pantekosta terjadilah seperti apa yang dikatakan-Nya (Kis 2:1-4).


F. Bagaimana Caranya Untuk Dibaptis Dalam Roh Kudus

Sebagai orang percaya, Allah menghendaki Roh Kudus tinggal di dalam kita sehingga kita memiliki / diperlengkapi dengan kuasaNya untuk bersaksi dan melayani pekerjaan Tuhan.
1. Roh Kudus Adalah Karunia Yang Dijanjikan Allah, Oleh Karena Itu Mintalah Pada Tuhan.
"...apalagi Bapamu yang di Surga. Ia akan memberikan Roh Kudus-Nya kepada mereka yang meminta kepada-Nya!" (Luk 11:13, Luk 9-12)

2. Mulai Memuji Tuhan Saat kita Menerima-Nya Dengan Iman.
"Kemudian mereka menyembah Dia dan kembali ke Yerusalem dengan kesukaan besar. Dan setiap hari mereka tinggal di Bait Allah dan memuliakan Tuhan" (Luk 24:52,53).

3. kita Dapat Berbicara Dengan Bahasa Roh.
"...Roh Kudus turun ke atas mereka dan mereka berbicara di dalam bahasa-bahasa yang lain..." (Kis 19:6). Lihat juga Mrk 16:17; Kis 2:4; 10:45,46; 1 Kor 14:5,18.


Komitmen Saya
Saya berterima kasih kepada Allah karena anugerah Roh Kudus di dalam hidup saya. Sekarang saya mengambil keputusan untuk menanggapi dorongan dan bimbingan Roh Kudus. Saya akan belajar mendengar suara Roh Kudus yang berbicara di dalam hati saya. Saya memilih untuk dipenuhi dengan Roh Kudus. Sekarang saya membuka roh saya untuk dipenuhi Roh Kudus.

Pelajaran 8. Penghakiman Kekal

Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi (Ibr 9:27)
Seluruh umat manusia harus bertanggung-jawab kepada Penciptanya. Bagi seorang percaya/seorang Kristen sejati penghakiman Allah merupakan suatu sukacita yang besar, tetapi bagi orang berdosa merupakan suatu ketakutan.
Apa sebabnya? Karena Allah menghakimi berdasarkan KekudusanNya, KeadilanNya dan Kasih Setia-Nya.
Salib dari Tuhan Yesus Kristus adalah contoh yang sempurna dari Kekudusan Allah yang terpenuhi melalui Keadilan, yaitu dengan matiNya di atas kayu salib dan hal ini semua terjadi oleh karena Kasih setia-Nya yang abadi.
Allah adalah Hakin atas semua orang dan penghakiman Allah atau hukumman Allah hanya berdasarkan Firman Allah baca Yoh 12:47-48
"Sebab kita semua harus menghadap tahta pengadilan Kristus; supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan apa yang dilakukannya dalam hidup nya ini, baik atau pun jahat" (II Kor 5:10)
"Sebab Tuhan ialah Hakim kita. Tuhan ialah yang hukum bagi kita" (Yes 33:22a)

Ayat-ayat penting
Kej 18:25 ; Hak 11:27 Mzm 11:7 ; Mzm 58:12, 95:10, 7:9, 75;$, 94:2, 9:8-9 ; Yer 11:20 Yes 11:4, 33:22 Rm 22:9-11, 14:10-12 ; Yoh 5:22-23, 26-27, 12:47-48, 3:18, 9:39 ; Ibr 4:12-13 ; I Ptr 2:23,1;17 ; I Kor 11:31-32 ; Why 20:12-15.


A. Allah Adalah Hakim
"Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil"
Kej 18:25b (baca Mzm 75:8; 94:2)
A. 1. Allah menghakimi dengan kebenaran/keadilan
Biarlah sungai-sungai bertepuk tangan, dan gunung-gunung bersorak-sorai bersama -sama di hadapan Tuhan, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan dan bangsa-bangsa dengan kebenaran (Mzm 98:8-9)
2. Allah menghakimi berdasarkan perbuatan
Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatan-Nya maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini (I Ptr 1:17 baca Rm 2:6 ; Why 20:12b)
3. Allah menghakimi tanpa memandang muka/bulu
Berarti Allah menghakimi tanpa melihat rupa luar kita, tetapi Allah melihat apa yang di lubuk hati kita.
Penderitaan dan kesesakan akan menimpa setiap orang yang hidup yang berbuat jahat ; pertama-tama orang Yahudi dan juga orang Yunani, tetapi kernuliaan dan kehormatan dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang berbuat baik, pertama-tama orang Yahudi dan juga orang Yunani, sebab Allah tidak memandang bulu (Rm 2 : 5-11)
4. Allah menghakimi menurut apa yang di hati seseorang, atau Allah menyelidiki isi hati seseorang. Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah; sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi di dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus (Rom 2:16 baca I Sam 16, I Kor 4:5)
5. Allah menghakimi menurut pengertian dari orang tersebut
Sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat, dan semua orang yang berdosa di bawah hukum Taurat akan dihakimi oleh hukum Taurat (Rm 2 : 12)
Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela (Rm 2:15 baca Rm 1:20)

B. Allah Akan Menghakimi Melalui Tuhan Yesus
1. Tuhan Yesus datang untuk menghakimi.
Kata Yesus: Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta (Yoh 9:39)
2. Penghakiman telah diberi kepada Tuhan Yesus oleh Allah Bapa.
Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan itu seluruhnya kepada Anak, supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa, Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia (Yoh 5:22-23, 26-27 baca II Kor 5:10)

C. Firman Allah Adalah Menjadi Dasar Dari Penghakiman
1. Firman Allah adalah Hakim
Dan jikalau seorang mendengar perkataanKu, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi Hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.
Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu Firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman (Yoh 12:47-48 ; Mzm 119:160)
2. Allah menghakimi menurut Kebenaran
Tetapi kita tahu, bahwa hukuman Allah berlangsung secara jujur (according to the truth/kebenaran) atas mereka yang berbuat demikian (Rm 2:2) Firman-Mu adalah Kebenaran – (Yoh 17:17)


II. Penghakiman Allah Dalam Sejarah Manusia
Penghakiman ini adalah lain dengan penghakiman kekal. Penghakiman Allah dalam sejarah manusia ialah penghakiman Allah yang dilakukan atas peristiwa-peristiwa yang tercatat dalam sejarah dunia baik itu secara perorangan maupun menyangkut satu kota atau bangsa dan negara. Penghakiman ini adalah akibat dari melanggar perintah Allah atau karena dosa, sehingga terjadi penderitaan.

Kejahatanmu akan menghajar engkau, dan kemurtadanmu akan ........... engkau! Ketahuilah dan lihatlah, betapa jahat dan pedihnya engkau meninggalkan Tuhan, Allahmu; dan tidak gemetar terhadap Aku, demikianlah Firman Tuhan Allah semesta alam (Yeremia 2:19)

A. Penghakiman Atas Bangsa-Bangsa:
Sejarah bangsa Israel adalah contoh bagi kita bahwa Allah memberi berkat bagi ketaatan mereka tetapi menghukumnya karena ketidak-taatan mereka (baca I Kor 10:1-11 dan baca Kitab Hakim-hakim)
1. Penyakit, peperangan dan kelaparan karena kejahatan bangsa Israel.
Beginilah Firman Tuhan Allah: "Bertepuklah dan hentaklah kakimu ke tanah dan serukanlah: Awas! Oleh sebab segala perbuatan kaum Israel yang keji dan jakat mereka akan rebah mati karena pedang, kelaparan dan penyakit sampar (Yeh 6:11 ; Yer 23:10)
2. Penghakiman Allah terhadap satu kota karena dosa-dosa yang diperbuatnya.
Sesudah itu berfirmanlah Tuhan: Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora, dan sesungguhnya sangat berat dosanya. Kemudian Tuhan menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari Tuhan, dari langit; dan ditunggang-balikkan-Nyalah kota-kota itu dan lembah Yordan dan semua penduduk kota-kota serta tumbuh-tumbuhan di tanah (Kej 18:19-20,21-25 baca II Ptr 2:6)

B. Penghakiman Allah Secara Perorangan Karena Melanggar Perintah Allah Selagi Orang Itu Hidup Di Dunia
1. Penghakiman Allah pada Ananias dan Safira karena sebagai orang-orang percaya yang munafik.
Tetapi Petrus berkata: "Ananias mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu di dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah" Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya ..…. Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu (Kis 5:1-11).
2. Seseorang akan menanggung akibat kalau hidup menurut keinginan daging.
Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang itu juga yang akan dituainya Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai dari dagingnya, kebinasaan tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu (Gal 6:7-8).
3. Allah menghakimi anak-anak-Nya sebagai didikan Tetapi kalau kita menerima hukuman dari Tuhan, kita dididik, supaya kita tidak akan dihukum bersama-sama dengan dunia (I Kor 11:32 baca Ibr 12:5-8).
4. Seorang Kristen harus menguji diri sendiri.
5. Sebagai gereja lokal/setempat harus menghukum seseorang yang berdosa supaya ia bertobat.
Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia dibawah empat mata, jika ia mendengarkan nasehatmu, engkau telah mendapatkannya kembali, jika ia tidak mau mendengarkan engkau, bawalah Seorang atau dua orang lagi, jika ia tak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah kepada jemaat/gereja. Dan jika ia tidak mau mendengarkan Jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai (Mat 18:15-17 ; I Kor 5:11-13)
Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak akan menimpa kita (I Kor 11:31)


III. Penghakiman Bagi Pengikut-Pengikut Yesus Kristus
Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dari pada sendiri yang harus pertama-tama dihakimi.
Dan jika penghakiman itu dimulai dari rumah Allah bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya kepada Injil Allah? Dan jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa? (I Ptr 4:17-18)
Sebagai orang percaya atau seorang pengikut Tuhan Yesus akan dihakimi terlebih dahulu. Tetapi panghakiman semua murid Tuhan Yesus bukanlah apakah akan masuk dalam hidup kekal atau untuk kebinasaan, atau dihakimi karena murka Allah melainkan untuk:
1. Supaya kita diberi pahala/upah atas perbuatan kita
2. Mengajar supaya ketaatan kita menjadi sempurna
3. Pekerjaan-pekerjaan bertahan terhadap ujian atau dimurnikan dengan api
4. Supaya kita selalu berjalan/hidup dalam kekudusan

A. Seorang Murid Tuhan Yesus Tak Dihakimi Untuk Kebinasaan. Karena Penghakiman Telah Ditanggung Tuhan Yesus Di Atas Kayu Salib
1. Karena Tuhan Yesus telah menebus semua dosa kita
Sebab inilah darahKu, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa (Mat 26:28 baca I Kor 11:25; Luk 22:20)
2. Karena percaya pada Tuhan Yesus.
Barangsiapa percaya kepadaNYa ia tidak akan di hukum barangsiapa tidak percaya, ia telah berada dibawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah (Yoh 3:18)
3. Karena telah pindah dari maut kepada hidup.
Aku berkata kepadamu; sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut di hukum sebab ia sudah pindah dari alam maut ke dalam hidup (Yoh 5:24)

B. Penghakiman Seorang Murid Tuhan Yesus Adalah Sebagai Pengajaran Supaya Ketaatannya Menjadi Sempurna, Seperti Seorang Ayah Yang Mengajar Anaknya:
1. Supaya taat dalam hidup ini.
Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Dimanakah terdapat anak yang tidak di hajar oleh ayahnya? Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati, kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita beroleh hidup? (Ibr 12:7-9 baca II Kor 6:17-18)
2. Supaya kita di didik hidup murni dan tak di hukum bersama dunia.
Tetapi kalau kita menerima hukuman dari Tuhan, kita di didik supaya kita tidak akan di hukum bersama dengan dunia (I Kor 11:32)
Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada Tuhan (Mal 3:3, I Pet 2:9, Why 1:6)

C. Semua Orang Percaya Akan Menghadap Tahta Pengadilan Allah
Pengadilan ini adalah untuk waktu yang akan datang untuk upah dari pekerjaan-pekerjaan kita. baca I Kor 3:11-15
1. Pekerjaan kita di uji melalui api.
Sekali kelak pekerjaan masing-masing akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan apa dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan di uji oleh api itu (I Kor 3:13)
2. Pekerjaan kita di uji untuk mendapat upah
Jika pekerjaan yang di bangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah (I Kor 3:14)
3. Walaupun ada pekerjaan orang percaya yang terbakar tetapi ia tetap diselamatkan
Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan tetapi seperti dalam api (I Kor 3:15)
4. Penghakiman atas pelayanannya sebagai seorang Kristen sejati terdapat pada perumpamaan tentang talenta (Mat 25:14-30) dan perumpamaan tentang uang mina (Luk 19:11-27)
a. Pelayanan di beri sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi satu, masing-masing menurut kemampuannya (Mat 25:15)
b. Upah dari kesetian dalam pelayanan adalah sama, yang di beri 5 (lima) talenta mau pun yang di beri 2 (dua) talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam tuanmu (Mat 25:21,23)


IV. Penghakiman Atas Orang-Orang Berdosa
Setelah Iblis dilemparkan di lautan api maka tibalah penghakiman atas semua orang yang tak percaya atau penghakiman yang terakhir yang di sebut dalam Alkitab sebagai Penghakiman tahta putih:
Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka, dari Iblis yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu dan mereka di siksa siang malam sampai selama-lamanya. Lalu aku melihat suatu tahta putih yang besar dan Dia yang duduk diatasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya. Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan tahta itu (Why 20:10-12 baca ayat 7 – 15)

A. 1. Semua Orang Yang Tak Percaya Akan Dihakimi Yang Namanya Tak Terdapat Pada Kitab kehidupan
Dan setiap orang yang tak ditemukan namanya tertulis di dalam Kitab Kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu (Why 20:15)
2. Semua Orang Dihakimi Menurut Perbuatannya
Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatannya berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu" (Why 20:12b)

B. Hukuman Allah Ialah Hukuman Yang Kekal Bagi Orang Tak Percaya Atau Kesengsaraan Yang Kekal
1. Di sebut dalam Alkitab sebagai kematian yang kedua/kesengsaraan yang kekal
Tetapi orang-orang penakut, orang-orang tak percaya, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukangtukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di alam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang ke dua (Why 21:8 ; 20:14)
2. Lautan api ialah tempat yang tersiksa atau tempat kesengsaraan.
Orang kaya itu juga mati, lalu di kubur, dan sementara ia menderita sengsara di alam maut dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk dipangkuannya (Luk 16:23)
3. Hukuman Allah bagi orang yang tidak percaya adalah kekal atau selama-lamanya. Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya (II Tes 1:9 ; Mrk 3:29)


Kesimpulan
Bagi seorang murid Tuhan Yesus dasar ke enam yaitu "penghakiman yang kekal" memberi pengertian bahwa kita tidak perlu takut tetapi harus selalu berjaga-jaga dan siap sedia pada kedatangan Tuhan Yesus kembali ke dunia ini (I Tes 5:23)
Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini (I Yoh 4:17)

Bagi seorang yang belum percaya atas belum menjadi murid Tuhan Yesus penghakiman yang kekal adalah suatu malapetaka.
Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam. Apabila mereka mengatakan semuanya damai dan aman. Maka tiba-tiba mereka di timpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil di timpa oleh kesakitan (I Tes 5:1-3)
"Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya" (II Ptr 3:11-12)

Pelajaran 7. Kebangkitan Orang Mati

KINGDOM LIFE AFTER DEATH


Sesungguhnya Aku menyatakan kepadamu suatu rahasia, kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi Nafiri yang terakhir. Sebab Nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah (I Kor 15:51-52, baca I Kor 15:1-58)

Pada waktu seseorang diselamatkan yaitu sewaktu ia percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat satu-satunya berarti orang itu masuk dalam kehidupan yang kekal. Kehidupan yang kekal yang dijanji kan Tuhan Yesus itu, bukan hanya roh dan jiwa saja, tetapi untuk tubuh juga. Tak ada satu agama pun di dunia yang mengajarkan kebangkitan tubuh, atau kenyataannya tak ada satu orang pun yang telah bangkit mengalahkan maut untuk selama lamanya kecuali Tuhan Yesus. Dengan kata lain semua pemimpin agama di dunia atau semua orang mati dan kuburnya masih ada. Tetapi Tuhan Yesus telah bangkit dan bukti dari kebangkitan-Nya ialah kuburnya telah kosong. Tuhan Yesus adalah buah sulung dan semua orang percaya wajib dan harus untuk mengikuti jejak-Nya.

Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup (I Yoh 2:6,4:17)

Ayat-ayat dasar:
I Kor 15:1-58 Luk 16:19-31, 24:39-40 Mzm 16,17 ; Why 20:1-15, I Tes 4:13-16 ; Yoh 5:25-29 ; Flp 3:20-21 ; 2 Kor 5:1-26 ; Mat 27:50-53, Kol 1:18, Kis 7:55-56, Flp 1:21-24 ; Ef 4:8-10 Kol 3:4 I Yoh 3:2-3, Dan 12:2, Yes 26:9, Ayb 19:25-27


Kubur yang kosong
Apakah sebenarnya inti dari Injil Yesus Kristus yang menyelamatkan kita?
bahwa pada Injil kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang pada yang sangat penting telah ku sampaikan kepadamu, yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan kitab suci, Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, hari yang ketiga sesuai dengan kitab suci (I Kor 15:2-4)

Inti dari Injil Yesus Kristus/Injil keselamatan harus percaya bahwa:
1. Kristus telah mati sesuai kitab suci
2. Kristus telah dikuburkan sesuai kitab suci
3. Kristus telah dibangkitkan sesuai kitab suci

Jadi kalau kita berbicara tentang salib Kristus berarti kita harus juga berbicara tentang kebangkitan dari Tuhan Yesus Kristus dan artinya kebangkitan itu bagi kita.

A. Kematian jasmani adalah akibat dari dosa
1. Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita (Rm 6 : 23)
Dari pertama Allah telah berfirman jikalau kita memilih dosa atau melanggar perintah-perintah-Nya maka akibatnya adalah mati.
Lalu Tuhan Allah memberi perintah ini kepada manusia "Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan jahat itu, janganlah kau makan buahnya sebab pada hari engkau merasakannya pastilah engkau mati (Kej 2:16-17)
2. Karena dosa Adam ini maka semua turunannya atau semua orang juga turut berdosa:
Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Sebab itu sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa (Rm 3:23, 5:12)
3. Dosa berkuasa dalam alam maut tetapi Kasih Karunia berkuasa untuk hidup yang kekal supaya sama seperti dosa berkuasa dalam maut demikianlah kasih karunia berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal oleh Yesus Kristus, Tuhan kita (Rm 5:21)

B. Tuhan Yesus mati secara jasmani untuk menebus dosa kita
1. Tuhan Yesus yang tidak berdosa dijadikan dosa untuk kita.
Dia (Tuhan Yesus) yang tak mengenal dosa telah dibuat-Nya dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah (II Kor 5:21)
2. Tuhan Yesus menjadi korban persembahan untuk kita satu kali untuk selama-lamanya.
Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kita perlukan yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang yang berdosa dan lebih tinggi daripada tingkat-tingkat Surga, yang tidak seperti imam-imam besar lain, yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk dosanya. sendiri dan sesudah itu barulah untuk dosa umatnya, sebab hal itu telah dilakukan-Nya satu kali untuk selama-lamanya, ketika Ia mempersembahkan diriNYa sendiri sebagai korban (Ibr 7:26-27)
3. Karena Tuhan Yesus mati untuk penebus dosa kita maka sekarang kita dapat beroleh hidup dan kebenaran. Ia (Tuhan Yesus) sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di atas kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup/kebenaran oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh (I Ptr 2:24)

C. Karena Tuhan Yesus telah mengalahkan maut, maka kita tidak akan mati lagi
Jawab Yesus: "Akulah Kebangkitan dan Hidup; barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepadaKu, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini? Yoh 11:25-26
1. Kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus mematahkan rantai maut Yang menguasai kita.
Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tak dapat mati maka genaplah Firman Tuhan yang tertulis:
"Maut telah ditelan dalam kemenangan, hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut dimanakah sengatmu (I Kor 15:54-55)
2. Tuhan Yesus telah mengalahkan maut.
Dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juru Selamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tak dapat binasa (II Tim 1:10, Ibr 2:14-15)
3. Kita akan mengikuti Tuhan Yesus di dalam Kebangkitan-Nya karena kita telah bersekutu dengan-Nya.
Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah Sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya (I Kor 15:21-23)
4. Janji-janji akan kebangkitan
a. Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk menjalani kehinaan dan kengerian yang kekal (Dan 12:2)
b. Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan terdengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum (Yoh 5:28-29)


Apa Yang Terjadi Jika Seseorang Mati
Sebelum Tuhan Yesus mati di kayu salib dan bangkit pada hari ketiga semua orang mati yang benar maupun yang berdosa disimpan di tempat yang bernama SHEOL dalam bahasa Ibrani atau dalam bahasa Yunani HADES diterjemahkan dalam bahasa Indonesia "dunia orang mati Tetapi setelah kebangkitan Tuhan Yesus kalau seseorang benar mati tempatnya berbeda dengan orang berdosa.
baca: Ul 32:22 ; Ayb 11:8, 26:6 ; Mzm 9:18, 16:10, 139:8 Mat 11:23, 16:18 ; Luk 10:15, 16:23 Why 1:18, 6:8, 20:13-14


A. Bacaan dari Luk 16:19-31
Disini terlihat perbedaan tempat antara orang benar dan berdosa sesudah mati:
1. Orang kaya yang hidup dalam dosa mati langsung ke HADES
2. Lazarus mati langsung ketempat namanya Pangkuan Abraham
Kemudian matilah orang miskin itu (Lazarus) lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.
Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang keatas, dan dari jauh dilihatnya Abraham dan Lazarus duduk di pangkuan Abraham (Luk 16:22-23)
3. Tempat Lazarus di pangkuan Abraham ialah tempat yang tenang tetapi tempat orang kaya yang berdosa di HADES/alam maut penuh dengan penderitaan.
Bapa Abraham, kasihanilah aku, suruhlah Lazarus mencelupkarn ujung jarinya kedalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. Sekarang ia (Lazarus) mendapat hiburan dan engkau sangat menderita (Luk 16:24-25)

B. Pada waktu kematian Tuhan Yesus, Ia turun ke Firdaus yaitu bagian dari dunia orang mati untuk melepaskan orang-orang benar dan mematahkan kuasa setan

1. Tuhan Yesus berjanji pada salah satu penjahat yang disebelah-Nya, yang percaya kepada-Nya: Kata Yesus kepadanya: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama dengan AKU di dalam Firdaus (Luk 23:43; I Kor 12:1-4,15, Why 2:7)
2. Tuhan Yesus turun ke dunia orang mati untuk melepaskan orang-orang benar.
Itulah sebabnya kata nas: “Takkala Ia naik ketempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian pada manusia''.
Bukanlah "Ia telah mati” berarti bahwa Ia juga telah turun kebagian bumi yang paling bawah (Ef 4:8-9)
3. Tuhan Yesus memusnahkan kuasa setan atau maut.
Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka IA juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya. Ia memusnahkan dia yaitu Iblis yang berkuasa atas maut (Ibr 2:14, Kol 2:15)

C. Pada kebangkitan Tuhan Yesus. Ia melepaskan sebagian orang orang dari SHEOL atau HADES yaitu orang-orang yang percaya, yang telah mati sebelumnya.
1. Tuhan Yesus melepaskan orang-orang percaya atau orang-orang kudus di SHEOL sewaktu kebangkitan-Nya.
Dan lihatlah, Tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai kebawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, dan kuburan-kuburan terbuka, dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. Dan sesudah kebangkitan Yesus mereka pun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.
2. Yang membangkitkan Tuhan Yesus ialah Roh Kudus
Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati akan membangkitkan tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu (Rm 8:11).
3. Sekarang sesudah kebangkitan Tuhan Yesus, setiap orang benar yang mati rohnya langsung bersama Tuhan.
Tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan (to be absent from the body and to be present with the Lord) (II Kor 5:8, baca Flp 1:21-24, Kis 7:55-56)


Kebangkitan Meliputi Tiga Tahap
Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.
Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; Sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya; kemudian tiba kesudahannya yaitu bilamana Ia menyerahkan kerajaan pada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan (I Kor 15:22-24)


A. Kebangkitan tahap pertama
Tuhan Yesus sebagai buah sulung
1. Tuhan Yesus yang pertama bangkit dan tidak mati lagi.
Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang (I Kor 15:20-21, baca Kol 1:18)
2. Orang-orang kudus juga dibangkitkan pada waktu kebangkitan Tuhan Yesus (baca Mat 27, Bil 28:26)

B. Kebangkitan tahap kedua
Pada waktu kedatangan Tuhan Yesus kembali
Suatu hari Tuhan Yesus akan datang kembali. Demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka yang menyatakan Dia (Ibr 9:28)

Yesus ini, yang terangkat ke Surga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke Surga (Kis 1:11b)

Baca I Yoh 3:2-3 ; Yoh 14:3 ; Why 22:20 ; I Tes 1:7 ; Why 1:7, 19:11-16 ; Mat 16:27 24:27-31, 25-31-4; Zak 14:4-7 ; I Tes 4:16-17

Yang harus diketahui mengenai kedatangan Tuhan Yesus, kembali ialah:
a. Tak ada seorang pun yang tahu hari kedatangan-Nya (Mat 24:36)
b. Kita hanya mengetahui tanda-tanda kedatangan-Nya (Mat 24:32-33)
Pada waktu kedatangan Tuhan Yesus kembali tubuh dari orang-orang benar yang telah meninggal akan dibangkitkan kembali dan orang benar yang masih hidup tubuhnya akan di rubah dan di angkat untuk menetap bersama-sama dengan Tuhan.
Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi maka Tuhan Sendiri akan turun dari Surga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit sesudah itu kita yang hidup, yang masih tinggal akan bersama-sama dengan mereka di angkat dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan (I Tes 4:16-17, Kol 3:1-4; I Kor 15 : 50-52)

C. Kebangkitan tahap ketiga
Kebangkitan semua orang untuk dihakimi dan dihukum baca Why 20:1-15
1. Sesudah kebangkitan orang-orang benar pada kedatangan Tuhan Yesus kembali ada masa Kerajaan 1000 tahun di mana Tuhan Yesus dan orang-orang kudus-Nya memerintah. baca ayat 2,4, dan 6
2. Orang-orang yang berdosa semuanya akan dibangkitkan pada akhir Kerajaan 1000 tahun. baca ayat 5, 11-13 untuk dihakimi dan dihukum baca ayat 14-15
3. Setan dan malaikat-malaikatnya di buang ke dalam lautan api untuk di hukum sampai selama-lamanya pada akhir Kerajaan 1000 tahun, baca ayat 10.


Bagaimana Keadaan Tubuh Kebangkitan
Tetapi mungkin ada orang bertanya: "Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dan dengan tubuh apakah mereka akan datang kembali?”
Ada tubuh Surgawi dan tubuh duniawi tetapi kemuliaan tubuh Surgawi lain dari pada kemuliaan tubuh duniawi, kemuliaan matahari lain dari pada kemuliaan bulan, dan kemuliaan bulan lain daripada kemuliaan bintang-bintang, dan kemuliaan bintang yang satu berbeda dengan kemuliaan bintang yang lain. Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. I Kor 15:35; 40-42, I Kor 15:35-58

Seperti tubuh kebangkitan Tuhan Yesus
1. Tuhan Yesus akan merubah tubuh kita seperti tubuh-Nya, yaitu tubuh mulia sesudah kebangkitan-Nya.
Yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang serupa menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya (Flp 3:21)
2. Sama seperti tubuh kebangkitan-Nya yang bisa diraba.
Lihatlah tangan-Ku dan kakiKu; Aku sendirilah ini, rabalah Aku dan lihatlah karena hantu tak ada daging yang sama seperti kamu lihat ada padaKu (Luk 24:39)
3. Tubuh yang tak terikat oleh ruangan dan tempat walaupun mempunyai tubuh yang bisa diraba. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, "Damai sejahtera bagi kamu !! Kemudian Ia berkata pada Thomas, "Taruhlah jarimu disini dan lihatlah tanganKu, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah (Yoh 20: 26-27)
4. Tubuh tanpa darah tetapi kehidupan dari Roh Kudus (Yoh 19:34 ; Rm 8:11)
5. Tubuh dengan kuasa-kuasa yang baru.
Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia, tetapi Ia menghilang dari tergah-tengah mereka (Luk 24:31)
6. Perbedaan antara tubuh duniawi dan tubuh Surgawi
Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidak-binasaan
Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan
Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan
Yang ditaburkan dalam tubuh alamiah yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah
Jika ada tubuh alamiah maka ada pula tubuh rohaniah
7. Tubuh Surgawi tidak dapat binasa (I Kor 15:53)


Kesimpulan:
Ada 3 (tiga) alasan mengapa kebangkitan orang mati menjadi salah satu prinsip dari dasar iman Kristen:

1. Kebangkitan adalah menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan yang berkuasa.
Dan menurut Roh Kekudusan dinyatakan oleh Kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita (Rm 1:4)
2. Dengan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus berarti Ia telah mengalahkan dosa sehingga kalau kita beriman atau percaya kepada-Nya maka berarti kita mendapat pengampunan dosa, kedamaian, kehidupan yang kekal dan kemenangan atas dosa kita juga,kalau Tuhan Yesus tidak bangkit maka berarti ia tidak berkuasa untuk mengampuni dosa kita, tetapi puji Tuhan, Ia telah bangkit dan mengalahkan maut.
Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan cara sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi pengantara mereka. (Ibr 7:25)
3. Pentingnya Kebangkitan-Nya bagi kita karena menjadi puncak dari seluruh pengharapan iman umat Kristen di dalam hidup ini.
Rasul Paulus menulis Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia (I Kor 15:19)

Jadi kita harus mempunyai harapan untuk waktu yang akan datang yaitu memperoleh kebangkitan yang kekal:

Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, dimana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati (Flp 3:10-11)
Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu (I Kor 15:14,17)

Karena kewargaan kita adalah di dalam Surga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juru Selamat yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang muliar menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya (Flp 3:20-21)
Kebangkitan orang mati adalah dasar ke lima (5) dari ajaran tentang Kristus (Doctrine of Christ)

Pelajaran 6. Baptisan Air

Ayat Hafalan: Mat 28:19

Yesus memerintahkan semua orang yang percaya kepada-Nya untuk di baptis di dalam air.
"Kemudian Yesus datang kepada mereka dan berkata, 'Semua kuasa di Surga dan di atas bumi telah diberikan kepadaKu."
"Karena itu pergilah dan jadikanlah semua bangsa muridKu, baptislah mereka di dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus .." (Mat 28:18-19 ; Kis 2:38-41)
Di baptis artinya di benamkan kedalam air secara total. Setelah bertobat dan menerima Kristus sebagai Juru Selamat, langkah berikutnya yang harus kita lakukan adalah di baptis air. Kita harus memperhatikan dengan cermat bahwa baptisan air adalah perintah Tuhan:"Berilah dirimu di baptis" (Kis 2:38).


Pengertian Baptisan Air
Jika kita mengerti makna dari baptisan air, kita akan menang dan bebas dari segala dosa sewaktu kita ditenggelamkan kedalam air, merupakan tanda mati terhadap dosa, dan sewaktu kita keluar dari air merupakan tanda bangkit bersama Kristus. Dan kita menerima kelahiran baru.

Empat Langkah Gambaran Pekerjaan Allah
1. Mati Bersama Kristus
"Karena kita tahu bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan bersama-sama dengan Dia sehingga tubuh dosa kita hilang kuasanya, supaya kita tidak lagi di perbudak oleh dosa-sebab barang siapa yang telah mati, terhadap dosa ia telah dibebaskan dari dosa" (Rm 6:6-7)

2. Dikuburkan bersama Kristus
"Atau tidak tahukah kamu bahwa barang siapa yang telah di baptis di dalam Yesus Kristus telah di baptis dalam kematian-Nya ? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian-Nya ..." (Rm 6:3-4)

3. Dibangkitkan Bersama Kristus
"Supaya sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang Mati melalui kemuliaan Bapa, demikian pula supaya kita hidup dalam hidup yang baru. Jika kita telah disatukan bersama-sama dengan Dia di dalam kematian-Nya, kita pun pasti disatukan bersama-sama dengan Dia di dalam kebangkitan-Nya" (Rm 6:4-5)

4. Kita Akan Di angkat Naik KeSurga Pada Waktu Kristus Datang Kedua Kali
"Dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di Surga." (Ef 2:6) Lihat juga Kol 3:1


Ada lima pertanyaan yang biasanya diajukan mengenai baptisan air :
- SIAPA yang harus di baptis?
- MENGAPA kita harus di baptis?
- KAPAN kita harus di baptis?
- BAGAIMANA kita harus di baptis?
- DI MANA kita harus di baptis?

A. Siapa Yang Harus Di baptis Air?
Sebelum Ia naik ke Surga, Tuhan Yesus Kristus memerintahkan murid-murid-Nya:
"Pergilah ke seluruh dunia dan beritakanlah Injil kepada semua makhluk. Siapa yang percaya dan di baptis akan diselamatkan; tetapi siapa yang tidak percaya akan di hukum" (Mrk 16:15,16).
Di sini kita melihat bahwa perintah Tuhan Yesus sangatlah sederhana dan jelas. Hanya mereka yang sungguh-sungguh percaya dan meletakkan iman mereka kepada Kristus harus di baptis. Jadi mereka yang di baptis adalah mereka yang sudah cukup dewasa untuk membuat keputusan pribadi bagi dirinya sendiri.
Perintah untuk di baptis di dalam Alkitab di peruntukkan bagi "usia yang bisa diperhitungkan". Usia ini di mulai ketika seorang anak tahu mana yang benar dan mana yang salah. "Sebab sebelum anak itu tahu menolak yang jahat dan memilih yang baik ... " (Yes 7:16). Pada usia ini, anak-anak orang percaya diselamatkan dan dilindungi oleh iman orang tua mereka.
"Siapakah yang akan di baptis?" yaitu mereka yang telah meletakkan iman pribadinya kepada Tuhan Yesus Kristus. Dan mereka yang telah membuat pilihannya sendiri untuk menjadi murid-murid-Nya dan mengikuti Dia.

1. Contoh-contoh Alkitabiah
a. Hari Pentakosta
"Dan ketika mereka mendengar hal ini hati mereka sangat tertusuk, dan mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain, "Saudara, apa yang harus kami lakukan?"
Dan Petrus berkata kepada mereka, "Bertobatlah dan biarlah setiap orang dari antaramu memberi diri untuk di baptis di dalam Nama Yesus Kristus untuk pengampunan dari semua dosamu ..."
"Jadi mereka yang menerima perkataannya itu memberi diri di baptis, dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira 3000 jiwa" (Kis 2:37,38,41).
Perhatikan bahwa mereka yang menerima perkataan itu dan mentaati perintah untuk bertobat yang akan di baptis.
ten Baru di Samaria
"Ketika mereka mempercayai apa yang dikotbahkan Filipus mengenai kerajaan Allah dan Nama Kristus Yesus, mereka memberi diri di baptis, baik laki-laki maupun wanita [tidak disebutkan anak-anak]" (Kis 8:12)
Ketika Filipus berkotbah tentang Kristus di Samaria, dan mendemonstrasikan kuasa Tuhan yang ajaib dengan tanda-tanda dan mujizat kesembuhan, ada banyak laki-laki dan wanita yang hadir. Kita membaca, "ketika mereka percaya ... mereka di baptis, baik laki-laki dan wanita".

c. Saulus dari Tarsus (Rasul Paulus)
"Lalu pergilah Ananias dan memasuki rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus dan berkata, 'Saudaraku Saulus, Tuhan Yesus yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu supaya engkau dapat melihat lagi dan dipenuhi dengan Roh Kudus". "Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Kemudian ia bangun dan di baptis" (Kis 9:17,18)
Kita telah memperhatikan bagaimana, dalam perjalanan ke Damsyik, Saulus bertobat dari dosa-dosanya, dan menyebut Yesus "Tuhan". Ananias menggambarkan dia sebagai "seorang murid" (Kis 9:10). Ananias memanggil Saulus sebagai "Saudaraku Saulus", karena iman pribadinya kepada Kristus, Saulus telah menjadi saudaranya di dalam Tuhan. Jadi rasul Paulus hamba Allah yang diurapi itu juga menerima baptisan air sebagai seorang percaya.

d. Kornelius dan Sahabat-sahabatnya
"Dapatkah orang melarang supaya orang-orang yang telah menerima Roh Kudus sama seperti kita untuk di baptis dengan air? Lalu ia memerintahkan mereka untuk di baptis di dalam Nama Yesus Kristus" (Kis 10:47,48).
Ketika kita melihat pelajaran ini mengenai pertobatan, Kornelius dan sahabat-sahabatnya adalah orang-orang yang pertama yang percaya dan bertobat (Kis 11:17,18). Kemudian mereka menerima karunia Roh Kudus. Perhatikan bahwa mereka yang menerima Roh Kudus, seperti 120 murid di dalam Kisah 2, juga di baptis dalam air.

2. Baptisan Seluruh Keluarga
Ada empat contoh baptisan seluruh keluarga di dalam Alkitab. Kita sekarang berhubungan dengan masalah baptisan seluruh keluarga seperti apa yang dikatakan di dalam Alkitab:
a. Seluruh Keluarga Stefanus
"Aku memang membaptis seluruh keluarga Stefanus" (I Kor 1:16). "Sekarang Saudara-saudara, engkau tahu bahwa Stefanus dan keluarganya adalah orang yang pertama-tama bertobat di daerah Akhaya dan mereka telah mengabdikan diri mereka untuk melayani orang-orang kudus" (I Kor 16:15).

b. Kepala Penjara Dan Keluarganya.
"Dan mereka berkata, 'Percayalah kepada Tuhan Yesus dan engkau akan diselamatkan, engkau dan seisi rumahmu'. "Lalu mereka memberitakan Firman Tuhan kepadanya dan semua yang ada di rumahnya. Pada malam itu juga Kepala penjara itu membawa mereka, dan membersihkan luka-luka mereka, dan seketika itu juga ia dan semua keluarganya memberi diri di baptis”. "Kemudian ia membawa mereka masuk ke dalam rumahnya, dan menyediakan hidangan bagi mereka; dan ia bersuka cita dengan semua isi rumahnya bahwa ia telah percaya kepada Allah" (Kis 16:31-34).
Jelas sekali bahwa seluruh keluarga kepala penjara itu berlari ke sel penjara tersebut ketika terjadi gempa bumi yang membebaskan para tawanan. Paulus dan rekannya, Silas, memberitakan Injil kepada mereka semua yang ada di dalam sel itu. Mereka semua mendengarkan Firman Tuhan. Karena mereka semua percaya, maka mereka semua di baptis. Jadi seluruh anggota keluarga kepala penjara itu mendengar dan percaya Firman Allah. Oleh karena itu mereka semua di baptis sebagai orang-orang percaya, membuat hati mereka bersuka cita karena mereka yang telah diselamatkan. Sekali lagi, kita melihat bahwa itu semua adalah baptisan bagi orang percaya.

c. Keluarga Krispus
"Krispus, kepala rumah ibadat itu, percaya kepada Tuhan, bersama-sama dengan seisi rumahnya dan banyak orang-orang Korintus yang mendengarkan pemberitaan Paulus menjadi percaya dan di baptis" (Kis 18:8).
Orang terkemuka ini percaya pada Tuhan bersama-sama seluruh anggota keluarganya. Oleh karena itu mereka semua mengalami baptisan orang-orang percaya. Orang-orang Korintus lainnya yang percaya juga mengalami baptisan yang sama di dalam air.

d. Seisi Rumah Lydia
"Salah satu di antara yang mendengarkan kami adalah seorang wanita bernama Lydia, dari kota Tiatira, seorang penjual kain ungu, yang beribadah kepada Allah". "Tuhan membuka hatinya untuk menerima pemberitaan Paulus. Sesudah ia di baptis, bersama seisi rumahnya, ia mendekati kami dan berkata, 'Jika kamu yakin bahwa aku setia kepada Tuhan, singgahlah ke rumahku dan tinggal di sana'. Ia mendesak sampai kami menerimanya." (Kis 16:14,15).


B. Mengapa Kita Harus Di baptis?
MENGAPA kita harus di baptis? Karena baptisan air adalah perintah Tuhan Yesus. Dan merupakan langkah kedua dari pengajaran para rasul yang diatasnya kita membangun kehidupan sebagai orang-orang percaya. Sebenarnya, baptisan air memiliki pengertian rohani yang lebih mendalam lagi. Dari banyak pengertian rohani yang dapat ditulis mengenai baptisan air, kita hanya akan menjelaskan aspek terpenting dari baptisan air.

1. Hati Nurani yang Bersih
"Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan - maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang bersih kepada Allah, melalui kebangkitan Yesus Kristus" (I Ptr 3:20,21).

2. Kesaksian Umum
"Di baptis di dalam kematian-Nya" (Rm 6:3).
Setiap kali seseorang di baptis menurut Firman Allah, mereka menyatakan kepada dunia bahwa Anak Allah (Yesus Kristus) telah disalibkan di atas kayu salib; dengan mencurahkan darah-Nya dan mati untuk dosa-dosa mereka.

3. Pengakuan Iman
"Setiap orang yang mengakui Aku di hadapan manusia, aku juga akan mengakuinya di hadapan Bapa-Ku yang di Surga; tetapi barang siapa yang menyangkal Aku di hadapan manusia, Aku juga akan menyangkal dia di hadapan Bapa-Ku yang di Surga" (Mat 10:32,33).
Perjanjian Baru mengajarkan bahwa langkah pertama bagi orang percaya yang baru adalah mengakui iman mereka di dalam Kristus dengan di baptis air di depan umum.

4. Menggenapi Semua Kebenaran
"Kemudian Yesus datang dari Galilea menuju sungai Yordan kepada Yohanes untuk di baptis olehnya. Yohanes hendak mencegah Dia katanya, “Akulah yang perlu di baptis olehMu, mengapa malahan aku yang harus membaptisMu?"
Tetapi Yesus menjawabnya, “Biarlah hal ini terjadi demikian; karena seluruh kebenaran harus digenapi di dalam kita'. Kemudian ia menyetujuinya dan ... Yesus di baptis" (Mat 3:13-16)
Jika Anak Allah (Tuhan Yesus) yang tidak berdosa dan tidak bernoda harus di baptis untuk menggenapi seluruh kebenaran. Kita juga perlu di baptis di dalam air sebagaimana halnya dengan Yesus. Kalau kita di baptis sama seperti Yesus berarti kita mau tunduk menggenapi seluruh kebenaran.

5. Perintah Allah
"Mengapa kita harus di baptis?" Perintah Tuhan Yesus untuk …..baptislah mereka dalam nama Bapa … (Mat 28:19)
Bukti yang nyata dari kasih kita kepada Kristus bukan dengan kata-kata kita, bukan juga dengan pekerjaan-pekerjaan yang kita lakukan bagi Dia, bukan doa-doa kita, atau dengan membaca Alkitab, bukan dengan pergi ke gereja, walaupun semua hal tersebut penting. Bukti yang sesungguhnya adalah: apakah kita melakukan perintah-perintahnya? "Aku bersegera dan tidak menunda-nunda untuk memegang perintah-perintah-Mu" (Mzm 119:60). Apakah kita bersegera untuk memegang perintah-Nya dan "Biarlah setiap orang dari padamu memberi diri untuk di baptis?" Firman Tuhan berkata: "Petrus memerintahkan mereka untuk di baptis di dalam Nama Yesus Kristus" (Kis 10: 48).


C. Kapankah Kita Harus Di baptis ?
"Mengapa engkau menunggu? Bangunlah dan berilah dirimu untuk di baptis" (Kis 22:16).
"KAPANKAH kita harus di baptis air?" Segera setelah kita bertobat dari dosa-dosa kita, dan mempercayai Injil, serta menerima Tuhan Kristus kedalam hati kita.
Kata bertindak sebagai tanda pertobatan dan keselamatan adalah "sekarang!" Contoh mengenai instruksi untuk mendorong seseorang, misalnya "tiga bulan masa percobaan", "tunggulah sampai akhirnya", "bersiaplah", "tunggulah sampai kebaktian baptisan berikutnya" atau contoh-contoh lain yang sejenis yang mendorong orang untuk menunggu dan menunda. Perintah Tuhan adalah "sekarang". Pada hari Pentakosta, tiga ribu orang yang bertobat dari dosa-dosa mereka "di baptis...pada hari itu" (Kis 2:41). Tidak ada penundaan. Orang-orang Samaria di baptis air "... ketika mereka percaya" (Kis 8:12). Sida-sida dari Ethiopia segera di baptis setelah mereka percaya kepada Kristus, walaupun ini adalah kotbah Injil pertama yang didengarnya (Kis 8:35-38).


D. Bagaimana Kita Seharusnya Di baptis ?
Pertanyaan berikutnya adalah "BAGAIMANA kita harus di baptis?" Jika kita dengan segenap hati ingin membangun dasar yang baik dan kokoh untuk hidup keKristenan kita, penting sekali bagi kita untuk mendapatkan jawaban yang benar.
Kata baptisan dalam bahasa Yunani adalah baptizo berasal dari kata bapto, yang berarti "mencelupkan", "memasukkan ke bawah" atau "membenamkan".
Sebagai contoh, kata bapto dipakai di antara orang-orang Yunani sebagai proses pencelupan pakaian. Ketika sepotong kain dicelup, kain itu masuk ke dalam cairan yang berwarna sampai warna kain tersebut berubah.

Metode Alkitabiah dari Baptisan
Di dalam Alkitab kata ini berarti "mencelupkan", "memasukkan ke bawah" atau "membenamkan", kita harus melakukan apa yang diperintahkan dalam Alkitab. Dan hal-hal di bawah ini saja yang sebenarnya kita temukan :

a. Yohanes Pembaptis
"Kemudian datanglah kepadanya [Yohanes Pembaptis] penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan dan mereka di baptis oleh Yohanes di sungai Yordan, sambil mengakui dosa-dosa mereka" (Mat 3:5,6).
Alkitab tidak dapat menerangkan lebih jauh. Mereka di baptis - dalam air di sungai Yordan. Sesungguhnya, Alkitab mengajarkan bahwa baik Yohanes Pembaptis dan Tuhan Yesus sendiri memilih tempat di mana terdapat banyak air untuk melakukan baptisan:
"Setelah itu, Yesus dan murid-murid-Nya pergi ke tanah Yudea; dan Ia diam di sana bersama mereka dan membaptis. akan tetapi Yohanes pun juga membaptis di Ainon di dekat Salim, karena di situ banyak air; dan orang-orang datang kesitu untuk di baptis" (Yoh 3:22,23).
Ainon berarti "mata air" atau "sumber air". Kita dapat pergi kesana pada hari ini dan masih dapat melihat mata air yang berlimpah-limpah. Terjemahan yang lain dari Yoh 3:23 adalah "karena ada banyak kolam dan sungai kecil di sana" (terjemahan Weymouth). Tersedia "banyak air" itu sangat penting, karena mereka membaptis orang dengan cara membenamkannya ke dalam air.

b. Baptisan Kristus
"Pada waktu itu Yesus datang dari Nazaret, di tanah Galilea dan Ia di baptis oleh Yohanes di sungai Yordan. Dan ketika Ia keluar dari dalam air, tiba-tiba Ia melihat langit terbuka..." (Mrk 1:9,10).
Tuhan Yesus di baptis di dalam air, dan keluar dari air. Ia datang "memberikan teladan, yang harus kamu ikuti" (I Ptr 2:21). Sudahkah kita mengikuti teladan-Nya? Sudahkah kita di baptis di dalam air dan keluar dari dalam air?

c. Sida-sida Ethiopia

"Dan orang-orang Ethiopia itu memerintahkan pengendara kereta itu untuk berhenti, dan mereka berdua masuk ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia. Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus; dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi dan ia melanjutkan perjalanannya dengan suka cita" (Kis 8:38,39).
Mengapa Alkitab berkata, "mereka keluar dari air?” Karena kata "membaptis" berarti mencelupkan ke bawah dan Perjanjian Baru tidak menjelaskan baptisan dengan cara yang lain lagi.


E. Di Mana Kita Harus Di baptis?
Dari perjalanan kita mengenai "BAGAIMANA kita akan di baptis?" Alkitab berkata bahwa mereka membaptis di dalam air di mana tersedia cukup banyak air, misalnya membaptis di dalam laut, di sungai, di sungai-sungai kecil, kolam, mata air dan tandon, atau di mana jika mungkin baptisan dilakukan sesuai yang tertulis di dalam Alkitab, sebagai kesaksian bagi umum. Beberapa gereja mempunyai tandon yang dalam, atau "kolam baptisan" di dalam bangunan. Untuk mengikuti pola Alkitab, kita dianjurkan mempunyai suatu tempat di mana terdapat cukup air, agar kita dapat di baptis sampai tenggelam dan keluar dari air.

Pelajaran 5. Penumpangan Tangan

Tanda-tanda ini akan menyertai orang–orang yang percaya:
Mereka akan mengusir setan-setan demi namaku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh (Mrk 16:17-18).

Jikalau kita mempelajari pelajaran dasar mengenai penumpangan tangan, kita akan mengerti bahwa Allah bekerja melalui orang–orang yang percaya kepada-Nya, untuk mengambil bagian dalam kasih Karunia-Nya.
Walaupun Allah yang Maha Kuasa yang bekerja di dalam sejarah kehidupan ini, ia juga bekerja secara khusus melalui orang–orang kudus-Nya. Pelayanan penumpangan tangan terdapat dalam perjanjian lama dan perjanjian baru dengan kata lain ajaran penumpangan tangan menyatakan bahwa Allah yang Maha Besar bekerja melalui setiap orang percaya untuk dipakai bagi kemuliaannya.

Ayat – ayat Pendukung
Mat 19:13-15, Mrk 10:16, 5:23, 6:5, 7:32, Luk 4:40, 10:19, 13:13, Yoh 10:28, Kis 6:1-6, 8:15-17, 13:1-3, 1 Tim 4:14, 2 Tim 1:6, 1 Ptr 5:6, Kej 48:1-20, Bil 8:10, 27:15-23, Ezra 7:9, Kel 15:6, Mzm 18:36, 37:24, 48:10, 102:26, 104:27-28, 2 Taw 30:12, Yes 45:12, 48:13, Yos 4:24, 2 Raj 13:14-25.


I. Arti Tangan Dalam Firman Tuhan/ Alkitab
Dalam Firman Tuhan, tangan selalu dipergunakan sebagai tanda dari kemampuan dan tanda dari saluran dari kuasa, berkat dan otoritas rohani. Sesungguhnya tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar Yes 59:1.


A. Tangan Tuhan melambangkan saluran dari :
1. Kuasa
Tangan kanan-Mu, Tuhan, mulia karena kekuasaan-Mu itu, tangan kanan-Mu menghancurkan musuh (Kel 15:6).
Dan Aku (Tuhan Yesus) memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tanganKu (Yoh 10:28, baca Yos 4:24, Mzm 89:14)
2. Kemurahan
Ketika kuberitahukan kepada mereka, betapa murahnya tangan Allah yang melindungi aku (Neh 2:18, Ezr 7:9, Mzm 48:11)
3. Tangan Tuhan yang berfungsi sebagai :
a. Penyokong / penopang
Kau berikan kepadaku perisai keselamatan-Mu. Tangan kanan-Mu menyokong aku, kemurahan-Mu membuat aku besar (Mzm 18:36, Mzm 37:23-24, 1 Ptr 5:6).
b. Mencipta
Tangan-Ku yang meletakkan dasar bumi dan tangan kanan-Ku membentangkan langit. Ketika Aku menyebut namanya semua bermunculan (Yes 48:13).
c. Kelepasan
Dan orang Mesir itu akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan, apabila Aku mengacungkan tangan-Ku terhadap Mesir dan membawa orang Israel keluar dari tengah – tengah mereka (Kel 7:5).
d. Memberkati
Semuanya menantikan Engkau, supaya diberikan makanan pada waktunya. Apabila Engkau memberikan, mereka memungutnya, apabila Engkau membuka tanganMu mereka kenyang oleh kebaikan (Mzm 104:27-28).


B. Allah memakai manusia / hamba-hamba-Nya sebagai sambungan atau saluran dari kuasanya. Allah memberi otoritas, kuasa dan berkat-berkat melalui setiap orang Kristen atau setiap orang percaya.

1. Kemenangan-kemenangan oleh Allah melalui tangan manusia
Roh Tuhan menghinggapi dia (Otniel) dan ia menghakimi orang Israel, ia maju berperang, lalu Tuhan menyerahkan Kusyan-Risyataim, raja Aram ke dalam tangannya sehingga ia mengalahkan Kusyan-Risyataim (Hak 3:10, 6:36-37).

2. Pekerjaan-pekerjaan/pelayanan-pelayanan yang kita lakukan sekarang hanyalah karena Allah bekerja melalui kita.
Karena mereka itu semua mau menakut-nakutkan kami. Pikirnya: mereka akan membiarkan pekerjaan itu, sehingga tidak dapat diselesaikan. Tetapi aku justru berusaha sekuat tenaga.

3. Kita harus selalu mengingat bahwa tangan Tuhanlah yang selalu bekerja disaat ini.
Aku akan menanam pohon aras dipadang gurun, pohon penaga, pohon murad dan pohon minyak; Aku akan menumbuhkan pohon sanobar di padang belantara dan pohon berangan serta pohon cemara disampingnya, supaya semua orang melihat dan mengetahui, memperhatikan dan memahami, bahwa tangan Tuhan yang membuat semuanya ini dan yang Maha Kudus, Allah Israel yang menciptakannya (Yes 41:19-20, Yes 5:12, Mzm 143:5).

4. Melalui tangan rasul –rasul terjadi tanda-tanda / mujizat-mujizat.
Paulus dan Barnabas tinggal beberapa waktu lamanya disitu. Mereka mengajar dengan berani, karena mereka percaya kepada Tuhan dan Tuhan menguatkan berita tentang kasih karunianya dengan mengaruniakan kepada mereka kuasa untuk mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat-Nya (Kis 14:3, 5:12, 19:11).


II. Fungsi Atau Guna Penumpangan Tangan
Di dalam Alkitab ada beberapa hal yang berkaitan dengan penumpangan tangan.

A. Penumpangan tangan untuk menerima berkat-berkat Allah.
1. Yakub/ Israel meletakkan tangan pada kedua anak dari Yusuf yaitu Efraim dan Manaseh untuk memberkati mereka (Kej 48:9, 14, 20 , 48:1-22)
2. Nabi Elisa meletakkan tangan pada tangan raja Yoas dan bernubuat tentang masa depan raja Yoas yang berkemenangan (2 Raj 13:16-17)
3. Tuhan Yesus meletakkan tangan pada anak-anak untuk memberkati mereka (Mrk 10:13, 15)


B. Penumpangan tangan untuk persiapan seseorang dalam pelayanannya
1. Musa mempersiapkan Yosua untuk menjadi pemimpin
Ul 34:9
Bil 27:15-23
2. Orang –orang Israel mempersiapkan imam-imam Lewi sebelum mereka
melayani dengan meletakkan tangan atas mereka.
Bil 8:10,
Bil 8:5-15
3. Diaken-diaken diteguhkan dalam pelayanan mereka oleh penumpangan tangan.
Kis 6:1-7
4. Di dalam pengutusan seseorang untuk melayani ditempat lain.
Kis 13:2-3
5. Penumpangan tangan untuk menerima karunia-karunia Roh Kudus
1 Tim 4:14
6. Sebagai pembagian / impartasi
Rm 1:11
1 Tim 5:22
2 Tim 1:6


C. Penumpangan tangan untuk melayani kebutuhan-kebutuhan orang lain.
Roh Kudus telah memilih/memakai orang–orang percaya sebagai alat untuk Pekerjaan-Nya.
1. Penumpangan tangan untuk menerima Baptisan Roh Kudus
dari lima contoh di kitab kisah para rasul orang – orang percaya di Baptis Roh Kudus, tiga diantaranya melalui penumpangan tangan.
a. Rasul Paulus dan Yohanes menumpangkan tangan atas orang–orang Samaria (Kis 8:15-17)
b. Ananias menumpangkan tangan atas Paulus (Kis 9:17)
c. Rasul Paulus menumpangkan tangan atas orang–orang Efesus (Kis 19:6)

2. Penumpangan tangan untuk kesembuhan
salah satu tanda orang percaya ialah meletakkan tangan atas orang–orang sakit maka mereka akan sembuh. Penumpangan tangan ialah salah satu cara untuk menerima kesembuhan Ilahi.
a. Tuhan Yesus menumpangkan tangan pada orang sakit
Luk 4:40
Mat 8:3
Mrk 7:33
b. Rasul Paulus mengikuti contoh Tuhan Yesus
Kis 28:8
c. Setiap orang Kristen atau setiap orang percaya, mereka meletakkan tangan dan orang akan sembuh.
Mrk 16:17-18


Tuhan Yesus berfirman:
Aku berkata kepadamu: sesungguhnya barang siapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari itu, sebab Aku pergi kepada Bapa dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.
Yoh 14:12-14


Kesimpulan:
Pelayanan penumpangan tangan ialah: mengikut sertakan semua orang percaya dalam pelayanan di dalam otoritas dan kuasa dari Roh Kudus.
Sebab itu semua orang percaya harus tunduk pada pimpinan Roh Kudus supaya pelayanannya bisa berkembang, baik itu kesembuhan Ilahi atau yang menyangkut otoritas rohani. Dan setiap orang percaya harus selalu siap untuk melayani sesama anggota tubuh Kristus, maupun orang –orang yang belum percaya, supaya nama Tuhan Yesus dimuliakan.
Mat 20:26
1 Yoh 2:6
1 Yoh 4:7

Pelajaran 4. KESELAMATAN

THE ACCESS TO THE KINGDOM

Ayat Hafalan : Kisah Para Rasul 4:12

Allah menciptakan dunia ini dan manusia dalam keadaan yang baik. Supaya manusia bisa bersekutu dengan Allah. Tetapi karena manusia memilih untuk tidak taat kepada perintah Allah untuk tidak makan buah pengetahuan baik dan jahat. Akibatnya manusia jatuh dalam dosa. Dan sejak itu dosa telah menjalar kepada seluruh umat manusia.
"Seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa." Rm 5:12.

Akibat Dosa
- Dosa menjalar ke seluruh manusia - Rm 5:12
- Kematian menimpa seluruh manusia - Rm 5:12
Tiga macam kematian:
1. Kematian fisik - Pemisahan roh dari tubuh
2. Kematian rohani - Pemisahan roh dari Allah
3. Kematian kekal - Pemisahan roh dan jiwa dari Allah untuk selamanya.
- Hukuman dan neraka menanti orang berdosa Dan 12:2, Mat 25:46, disebutkan bahwa manusia yang berdosa akan masuk ke dalam tempat siksaan kekal. "Orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan, ia dilemparkan ke dalam lautan api" Why 20:11-15.


Jalan Dan Cara Manusia
- Beragama - manusia berusaha kembali kepada Allah dengan berbagai macam agama. Mereka menyatakan banyak jalan menuju Roma, analoginya banyak jalan menuju ke Surga. Semua agama mengajarkan hal-hal yang baik hanya caranya saja yang tidak sama dalam mencapai tujuannya ke Surga.
Tetapi analogi ini tidak tepat, karena keadaan Surga beda dengan dunia, dan yang berhak menentukan siapa yang boleh masuk Surga dan caranya adalah Allah sendiri bukannya manusia. Allah menyatakan hanya ada satu jalan menuju Surga yaitu melalui pribadi Tuhan Yesus Kristus (Yoh 14:6; Kis 4:12)
- Berbuat baik dan amal - Dalam Tit 3:5 manusia diselamatkan bukan karena perbuatan baik tetapi oleh rahmat Allah.
- Firman Tuhan menyatakan: Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor Yes 64:6. Sekalipun manusia telah berusaha berbuat baik bahkan mungkin berkorban menyerahkan nyawanya sendiri, tetapi semuanya itu tetap tidak ada faedahnya, karena tidak mencapai standar Allah dan tidak dapat menyelamatkan mereka dari hukuman Allah.

Jalan Keselamatan
Yesus adalah jalan keselamatan satu-satunya. "Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." Kis 4:12.
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak seorang yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" Yoh 14:6
Jalan keselamatan itu ditempuh dengan beriman kepada Yesus Kristus.


Langkah-Langkah Pertobatan
1. Pertobatan

Arti pertobatan adalah perubahan pikiran. Orang yang bertobat akan menjauhi dan berpaling dari dosa dan berbalik kepada Allah. 2 Kor 7:10 "Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian."
Buah-buah pertobatan
• Pengakuan dosa (1 Yoh 1:9)
• Meninggalkan dosa dan berpaling kepada Allah (Mzm 119:58-60; Ams 28:13)
• Membenci dosa (Yeh 6:9-14, 36:31-33)
• Kerinduan untuk pengampunan (Mzm 25:11)
• Pembayaran balik apabila perlu (Luk 18:13)


2. Beriman

Iman adalah ketaatan dalam meresponi apa yang dikatakan Allah.
"Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat" (Ibr 11:1).
Iman berarti mempunyai kepercayaan, jaminan atau keyakinan terhadap orang lain atau perkataannya. Beriman kepada Allah melibatkan perubahan dari percaya kepada diri sendiri menjadi percaya kepada Allah. Kita lepaskan semua pengetahuan kita yang terbatas dan mulai menerima pengetahuan yang tidak terbatas dari Allah.
Bahkan dalam Ibr 11:6 "Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia"


3. Menerima Yesus
Why 3:20 "Yesus berkata: "Aku berdiri di depan pintu dan mengetok jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya."
Jika anda belum pernah mengundang Dia, berdoalah sekarang ini juga:
• Mintalah pengampunan akan segala dosa
• Bertobat
• Bukalah hati
• Undang Dia masuk sebagai Tuhan Juruselamat
• Miliki iman dan percaya bahwa Dia memeteraikan kita dengan Roh Kudus.
• Ucapkan syukur kepada Tuhan.


4. Kelahiran kembali
Yoh 3:3 Sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah. Yoh 1:12,13: Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya. Orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.


5. Pengakuan
Rm 10:9-10 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
Arti iman adalah wujud dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang belum kita lihat. Tanpa iman mustahil manusia diperkenan Allah Ibr 11:6.

Hasil iman kita kepada Kristus:
1. Dosa kita diampuni dan kita memperoleh keselamatan, karena kasih karunia Ef 2:8,9
2. Kita dibenarkan Rm 3:28
3. Kita memperoleh hidup kekal Yoh 20:31, Yoh 10:28, I Yoh 5:13
4. Tubuh kita disembuhkan Mat 9:22
5. Doa kita dikabulkan Yak 5:14-17.


6. Pengangkatan Anak
Pengangkatan anak atau adopsi merupakan perbuatan anugerah dimana Allah menempatkan mereka yang menerima Yesus Kristus, dalam kedudukan sebagai anak-anak, serta menganugerahi mereka segala hak dan keistimewaan sebagai anak.
Pengangkatan merupakan perubahan pangkat dan kedudukan kita. hal ini bersangkutan dengan hak istimewa kita sebagai anak-anak. Ketika kita dijadikan anak-anak Allah dengan jalan menerima Yesus Kristus (Yoh 1:12), Allah tidak lagi memperlakukan kita sebagai hamba tetapi sebagai anak-anak yang sudah menerima "hak anak angkat". Kita diperlakukan sebagai pewaris-pewaris yang dapat menuntut hak atas warisan-warisan kita.

Pelajaran 3. YESUS

Y E S U S

Ayat Hafalan : Yohanes 14:6


A. Yesus Adalah Anak Allah
Kurang lebih dua ribu tahun yang lalu seorang anak laki-laki lahir dalam peristiwa sejarah. Ia dilahirkan ke dunia dan tumbuh menjadi laki-laki dewasa sama seperti kita, tetapi laki-laki ini berbeda dengan yang lainnya. Dia bukan seorang manusia biasa.
Seorang perawan mengandung karena Roh Kudus untuk melahirkan Yesus. Ia adalah Allah Sendiri, yang datang ke bumi dalam rupa manusia. Ia adalah "Anak Allah" (Luk 1:26-35).

"Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah...Firman itu telah menjadi manusia, dan diam diantara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran" (Yoh 1:1,14).


B. Yesus Datang Ke Dunia Untuk Suatu Tujuan Yang Khusus
1. Untuk Menyelamatkan Manusia Dari Kuasa Iblis

"Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang" (Luk 19:10) Lihat juga kitab Kol 1:13.

2. Untuk Menyerahkan Hidup-Nya Sebagai Tebusan Untuk Menyelamatkan Kita.
"...Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Mat 20:28).

3. Untuk Menghancurkan Pekerjaan Iblis Di Dalam Hidup Kita.
"Barang siapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu" (I Yoh 3:8).

4. Untuk Memberi Hidup Kekal Kepada Kita.
"Dan inilah kesaksian itu : Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barang siapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barang siapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup" (I Yoh 5:11-12). Lihat juga Yoh 3:16,17 dan Yoh 10:10.

5. Untuk Memberi "Kelahiran" Baru Ke Dalam Keluarga Allah Kepada Kita.
"Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah" (Yoh 1:12). Lihat juga I Yoh 3:1,2.

6. Untuk Memulihkan Hubungan Kita Dengan Allah Bapa.
"Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus" (I Yoh 1:3).


C. Yesus Datang Untuk Menunjukkan Siapakah Allah Itu Kepada Kita
"Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia. Kata Filipus kepada-Nya: ''Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami'!. Kata Yesus kepadanya:'Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barang siapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata : Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku..." (Yoh 14:7-11). Lihat juga Yoh 1:18.

1. Dia Menunjukkan Kasih Allah Kepada Kita.
"Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu, bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, Tetapi Allah yang telah mengasihi kita, dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita" (I Yoh 4:9,10). Lihat juga Rm 5:8.

2. Dia Menunjukkan Kuasa Allah Kepada Kita
a. Dia Menyembuhkan Orang Sakit, Lumpuh Dan Buta.

"Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka" (Mat 4:24) Lihat juga Yoh 9:1-7.
b. Dia Mengusir Roh-Roh Jahat
"Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia" (Mrk 1:34). Lihat juga Mrk 5:1-17
c. Dia Melakukan Mujizat-Mujizat
"Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: 'Guru Engkau tidak perduli kalau kami binasa?' Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: 'Diam! Tenanglah!' Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Lalu Ia berkata kepada mereka:' Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?' Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: 'Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?'" (Mrk 4:37-41). Lihat juga Yoh 6:1-21.
d. Dia Membangkitkan Orang Mati
"...berserulah Ia [Yesus] dengan suara keras: 'Lazarus, marilah keluar!' Orang yang telah mati itu datang keluar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi!" (Yoh 11:43.44).


D. Yesus Ikut Merasakan Penderitaan Kita Dalam Hidupnya.
Ketika Yesus hidup di bumi mengalami segala macam masalah kehidupan seperti yang kita hadapi, dan karena itu Ia turut merasakan kelemahan-kelemahan kita.
"Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa" (Ibr 4:15). Lihat juga Mat 8:17.


E. Yesus Mati Dikayu Salib Untuk Kita
Orang-orang kafir menangkap dan menyalibkan Yesus di atas kayu salib. Ia sebenarnya bisa menyelamatkan diri-Nya sendiri, tetapi Ia tidak melakukannya, karena hanya melalui kematian-Nya diatas kayu Salib, Allah akan menyelamatkan dunia. Yesus mati untuk kita! (Bacalah Mrk 15:16-39).
"Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh" (I Ptr 2:24). Lihat juga Yes 53:5,6.


F. Yesus Bangkit Dari Kematian Untuk Kita
Setelah tiga hari di dalam kubur, Allah membangkitkan Anak-Nya dari kematian! (Bacalah Mat 28). Hal ini juga untuk kita!
"Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus... dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di Surga" (Ef 2:4-6). Lihat juga Rm 6:4.


G. Yesus Membuka Pintu Surga Untuk Kita
Ketika pekerjaan-Nya di bumi sudah selesai, Yesus kembali ke Surga, kehadapan Allah Bapa dan juga Dia membuka jalan untuk kita masuk dalam hadirat-Nya, sekarang dan selama-lamanya. "Jadi saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh..." (Ibr 10:19-22) lihat juga Yoh 14:1-3.